Site icon Corporate Nex Hub

Agung Podomoro Land Optimistis Capai Target Marketing Sales Rp 1,7 Triliun di 2025

Agung Podomoro Land Optimistis Capai Target Marketing Sales Rp 1,7 Triliun di 2025

JagatBisnis.com – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menunjukkan optimisme kuat untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp 1,7 triliun sepanjang tahun 2025. Hingga Agustus 2025, perusahaan telah mencatatkan pemasaran senilai Rp 1,02 triliun, atau sekitar 60% dari target tahunan, dengan tren penjualan yang terus membaik.

Kontributor utama pencapaian ini berasal dari sejumlah proyek unggulan seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, Podomoro Golf View, dan Podomoro City Deli Medan. Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan bahwa perusahaan yakin target tersebut akan tercapai seiring dengan perkembangan positif penjualan.

Meski demikian, kinerja keuangan APLN pada semester pertama tahun ini masih mencatat penurunan. Pendapatan bersih turun sebesar 10,5% secara tahunan menjadi Rp 1,69 triliun, sementara bottom line mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 71,74 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 57,25 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Penyebab utama kerugian ini adalah tingginya beban bunga dan biaya keuangan.

Untuk memperkuat fundamental keuangan, APLN tengah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah divestasi aset matang, termasuk Hotel Pullman Vimala Hills, untuk melunasi sebagian utang dan memperkuat pengembangan proyek baru yang lebih prospektif. Hingga paruh pertama tahun ini, posisi liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 12,08 triliun, sedikit menurun dari Rp 12,33 triliun pada akhir 2024.

Selain itu, perusahaan fokus menjalankan efisiensi operasional, mengoptimalkan portofolio proyek dengan potensi tinggi, serta bersiap meluncurkan produk baru di kota-kota dengan permintaan hunian yang kuat. Memasuki semester kedua 2025, APLN akan memprioritaskan pengembangan segmen landed house atau rumah tapak, yang saat ini lebih diminati konsumen dibandingkan apartemen.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan, APLN juga menggandeng mitra global seperti Shimizu Corporation untuk mengusung standar konstruksi kelas dunia, terutama di proyek Podomoro Park Bandung. Meski demikian, perusahaan tetap menjaga ketersediaan produk apartemen guna memenuhi kebutuhan pasar urban dan investor jangka panjang.

APLN mengalokasikan belanja modal (capex) untuk pembangunan proyek berjalan, mencakup hunian, kawasan komersial, dan fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan nilai proyek secara keseluruhan.

Meskipun pasar properti Indonesia masih menawarkan potensi besar dengan permintaan hunian yang terus meningkat, perusahaan juga mencermati sejumlah tantangan seperti kemungkinan perlambatan penjualan di kota besar, kenaikan biaya konstruksi, serta potensi penurunan suku bunga setelah penyesuaian BI rate.

Dengan strategi bisnis yang selektif, efisiensi yang ketat, dan pengelolaan portofolio yang optimal, APLN yakin fundamentalnya tetap sehat dan mampu menjadi penggerak utama dalam pasar properti nasional. (Zan)


link

Exit mobile version