Didukung Stimulus & Suku Bunga, PANI Pede Marketing Sales Tembus Rp5,3 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) tetap optimistis mampu mengejar target marketing sales atau prapenjualan Rp5,3 triliun pada 2025, meskipun realisasi pada semester I baru mencapai Rp1,2 triliun atau 22% dari target tahunan.
Direktur PANI Arthur Salim menyampaikan, manajemen akan melihat pencapaian hingga kuartal III/2025 yang baru akan diumumkan pada Oktober mendatang. Namun, secara garis besar, perseroan masih berupaya keras mengejar target yang sudah ditetapkan.
“Hal yang menjadi pertimbangan kami adalah karena pemerintah akan mendorong pengeluaran APBN semester II/2025 sekitar Rp2.121 triliun yang diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Tren penurunan suku bunga BI dari 5,5% menjadi 5% juga menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, terutama di sektor properti,” ujarnya dalam Public Expose Live 2025, Selasa (9/9/2025).
Arthur menambahkan, penurunan biaya pendanaan diperkirakan akan mendorong minat investasi dan pembelian rumah maupun ruko hingga akhir tahun.
Meski kinerja semester I/2025 turun 63,64% dibandingkan periode sama tahun lalu, PANI mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal II dengan lonjakan prapenjualan 50% secara kuartalan. Segmen komersial membukukan Rp231 miliar atau tumbuh 145% QoQ, sementara penjualan hunian tapak naik 76% QoQ menjadi Rp247 miliar.
Sementara itu, presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan, menuturkan bahwa peningkatan permintaan menunjukkan minat masyarakat terhadap ruang komersial dan hunian di PIK2 masih solid.
“Kami menyambut baik momentum ini sebagai sinyal positif dari pasar,” kata Aguan beberapa waktu lalu.
PANI juga memperkuat strategi lewat peluncuran sejumlah produk baru, mulai dari Rukan Pasar Milenial untuk pelaku usaha lokal, One Business Park sebagai ruang multifungsi, hingga hunian premium Exclusive Designer Series at Okinawa. Dengan cadangan lahan 1.845 hektare, PANI menegaskan posisinya sebagai motor pertumbuhan PIK2.
Selain fokus pada marketing sales, perseroan juga tengah menyiapkan rights issue senilai Rp16,7 triliun untuk menambah kepemilikan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) hingga maksimum 90%.
Corporate Secretary PANI Christy Grasella mengatakan sekitar Rp16,1 triliun dari hasil rights issue akan digunakan untuk aksi tersebut.
“Dengan proceed yang kami harapkan dapat terhimpun penuh pada Desember nanti, maka PANI menggenggam kepemilikan di CBDK maksimum 90%,” ujarnya dalam Public Expose Live CBDK, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, aksi korporasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi PANI selaku induk usaha, karena konsolidasi laba bersih yang dapat dibukukan akan meningkat drastis mulai 2026.
Hingga semester I/2025, PANI mencatatkan laba bersih Rp286 miliar. Dengan penambahan kepemilikan CBDK, laba bersih perseroan diproyeksikan melonjak dua kali lipat mulai tahun depan.
Adapun CBDK sendiri membukukan marketing sales Rp294 miliar sepanjang semester I/2025 atau 15% dari target tahunan Rp2 triliun. Dari jumlah itu, segmen lahan komersial masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp247 miliar atau 84% dari total prapenjualan.
link
