July 20, 2026

Corporate Nex Hub

Bringing business progress

BSDE Bukukan Marketing Sales Rp7.10 Triliun

BSDE Bukukan Marketing Sales Rp7.10 Triliun
BSDE Bukukan Marketing Sales Rp7.10 Triliun

NERACA

Jakarta – Hingga kuartal tiga 2025, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp7,10 triliun atau setara dengan 71% dari target tahunan sebesar Rp10 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya mengatakan, capaian itu tumbuh sekitar 4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yakni Rp6,84 triliun. “Hal tersebut mencerminkan adanya permintaan yang tetap terjaga di pasar properti,” ujarnya.

Emiten properti ini menyebutkan, segmen residensial dan komersial masih menjadi penopang utama kinerja prapenjualan BSDE. Dari total capaian marketing sales, segmen residensial menyumbang Rp3,14 triliun atau sekitar 44%.  Pencapaian ini berasal dari proyek Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia di BSD City, Kaia Yara, Klasika Vicente, proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi, serta Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur.

Adapun, segmen komersial menyumbang prapenjualan Rp3,33 triliun atau 47% dari total prapenjualan. Perinciannya meliputi penjualan ruko Rp1,88 triliun, kavling komersial Rp1,08 triliun, dan unit apartemen Rp372 miliar. Sementara itu, kinerja ruko dari entitas Sinar Mas Land ini didorong peluncuran sejumlah proyek baru seperti Nava Park Business Suites, Xlane Community Complex, The Exquis Lifestyle Park BSD, serta Asterra Business Park.

Untuk segmen apartemen, penjualan berasal dari proyek The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City. Dari sisi lokasi, BSD City masih menjadi kontributor terbesar terhadap total prapenjualan dengan porsi sekitar 64%, termasuk proyek Nava Park (12%) dan Hiera (5%). Sementara itu, proyek di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan masing-masing berkontribusi 10%, 4%, dan 4%.

Menjelang kuartal IV/2025, BSDE akan melanjutkan strategi penjualan dengan mengoptimalkan jaringan pemasaran melalui kampanye nasional bertajuk Move in Quickly. Perseroan juga bakal memanfaatkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang masih berlaku hingga akhir 2026.

Menurut Hermawan, dukungan kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, termasuk penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) serta pelonggaran likuiditas menjadi sinyal positif bagi sektor properti.“Kami mengapresiasi langkah pemerintah memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor properti. Kebijakan tersebut membuat pembiayaan KPR lebih terjangkau dan meningkatkan minat beli, terutama produk hunian siap huni,” ujarnya.

Dengan portofolio proyek yang beragam, BSDE optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan hingga akhir tahun.


link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.