Lippo Cikarang (LPCK) Kantongi Marketing Sales Rp1,2 T Kuartal III/2025
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) meraih nilai prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,2 triliun hingga akhir September 2025, setara 73% dari target tahun ini Rp1,65 triliun.
Prapenjualan LPCK hingga kuartal III/2025 didorong tingginya permintaan segmen residensial. Penjualan rumah tapak berkontribusi 60% terhadap total marketing sales, diikuti unit komersial 34%, dan industri sebesar 6%.
Secara total, perseroan mampu menjual 1.154 unit hingga akhir September 2025, didukung oleh peluncuran produk baru bertajuk Neo Top.
Presiden Direktur LPCK Marlo Budiman mengatakan pandangan optimistis terhadap prospek industri properti nasional, terutama di segmen hunian terjangkau dan premium yang masih menunjukkan tren permintaan kuat.
“Pada 2025, kami telah mencapai 73% dari target prapenjualan tahunan, didorong oleh minat tinggi terhadap produk rumah tapak dan komersial,” ujar Marlo dalam keterangan resmi, Rabu (29/10/2025).
Dia menyatakan LPCK berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen melalui penyelesaian proyek tepat waktu serta proses serah terima sesuai jadwal.
Sementara itu, berdasarkan laporan kinerja terbaru, emiten properti Grup Lippo tersebut membukukan pendapatan Rp3,44 triliun pada periode Januari–September 2025. Nilai itu melonjak 251% dari periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan ditopang serah terima unit rumah tapak, apartemen, unit komersial, serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen nonproperti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis juga berkontribusi signifikan.
Secara rinci, segmen rumah tapak dan apartemen mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 683% secara tahunan (year on year/YoY), sementara segmen unit komersial membukukan 187% dibandingkan tahun lalu. Adapun kontribusi dari segmen pengelolaan kota mencapai Rp355 miliar.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, LPCK mengantongi laba kotor Rp670 miliar dengan margin laba kotor 19%. Capaian ini mencerminkan keberhasilan dalam menjaga profitabilitas di tengah momentum pertumbuhan pasar.
Dari sisi operasional, LPCK membukukan EBITDA positif sebesar Rp363 miliar hingga akhir September 2025, meningkat 43% dibandingkan tahun lalu. EBITDA margin tercatat sebesar 11% terhadap total pendapatan, yang menunjukkan efisiensi operasional serta pertumbuhan yang lebih berkualitas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
link
