Luncurkan Produk Baru Neo Top, LPCK Catat Marketing Sales Rp 1,2 Triliun
Jakarta, TopBusiness — PT Lippo Cikarang Tbk (IDX: LPCK) terus menunjukkan kinerja positif di industri properti. Hingga akhir September 2025, perseroan membukukan nilai pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1,2 triliun atau 73% dari target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 1,65 triliun. Capaian tersebut ditopang tingginya permintaan terhadap produk residensial dan komersial, serta peluncuran lini produk terbaru Neo Top.
Presiden Direktur Lippo Cikarang, Marlo Budiman, mengatakan industri properti masih sangat prospektif, terutama pada segmen hunian terjangkau dan premium. Menurutnya, kedua segmen tersebut menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Pada periode tahun 2025, kami berhasil mencapai 73% dari target pra-penjualan tahunan, didorong oleh minat tinggi terhadap produk rumah tapak dan komersial,” ujar Marlo dalam keterangan tertulis, Senin (3/11/2025).
Selain merespons permintaan pasar dengan pengembangan produk yang tepat, perseroan juga meluncurkan Neo Top yang menjadi bagian dari strategi ekspansi residensial. “Kami berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen dengan penyelesaian pembangunan tepat waktu dan memastikan serah terima berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.
Hingga September 2025, Lippo Cikarang tercatat telah menjual 1.154 unit, termasuk kontribusi signifikan dari Neo Top. Segmen lahan industri memberikan kontribusi sekitar 6% terhadap marketing sales.
Pada periode yang sama, Lippo Cikarang membukukan pendapatan sebesar Rp 3,44 triliun, melonjak 251% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama berasal dari serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), lahan industri, serta pendapatan dari pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.
Segmen penjualan rumah tapak, apartemen, dan unit komersial masing-masing mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan, yakni 683% dan 187% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun segmen pengelolaan kota mencatat pendapatan Rp 355 miliar.
Profitabilitas Terjaga
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp 670 miliar dengan margin 19%. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp 363 miliar, tumbuh 43% secara tahunan, dengan EBITDA margin 11%.
Marlo menegaskan pertumbuhan yang dicapai perusahaan mencerminkan efisiensi operasional dan fundamental bisnis yang kuat di tengah momentum pemulihan sektor properti nasional.
“Pra-penjualan residensial dan komersial menjadi motor utama, masing-masing menyumbang 60% dan 34% dari total marketing sales selama sembilan bulan pertama 2025,” jelasnya.
Dengan keberhasilan strategi pemasaran dan pengembangan produk, Lippo Cikarang optimistis dapat mencapai target kinerja hingga akhir tahun dan terus memperkuat posisinya sebagai pengembang kota terpadu terkemuka di Indonesia.
link
