April 23, 2026

Corporate Nex Hub

Bringing business progress

Summarecon Agung Raup Marketing Sales Rp 3,1 Triliun hingga Agustus, Optimistis Capai Target 2025

Summarecon Agung Raup Marketing Sales Rp 3,1 Triliun hingga Agustus, Optimistis Capai Target 2025

JagatBisnis.com – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan performa positif sepanjang tahun berjalan, dengan perolehan marketing sales sebesar Rp 3,1 triliun hingga pertengahan Agustus 2025. Angka ini telah merepresentasikan sekitar 60% dari target tahunan SMRA sebesar Rp 5 triliun.

Direktur Utama SMRA, Adrianto P. Adhi, menyampaikan keyakinannya bahwa target tahun ini akan tercapai. Optimisme tersebut didasari oleh daya beli segmen pasar utama SMRA yang menyasar masyarakat kelas menengah ke atas.

“Kami bersyukur, daya beli masyarakat menengah ke atas masih cukup kuat,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Evaluasi Kinerja dan Strategi Penjualan

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 SMRA membukukan marketing sales sebesar Rp 4,36 triliun, lebih rendah dari target tahunan yang sama, yakni Rp 5 triliun. Dari pencapaian tahun lalu, sekitar 41% berasal dari produk yang memperoleh insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP).

Tahun ini, SMRA tampaknya lebih agresif dan tepat sasaran, dengan strategi penjualan yang disesuaikan untuk segmen pasar yang dinilai lebih resilient terhadap fluktuasi ekonomi.

Dampak Suku Bunga dan Harapan untuk Stabilitas KPR

Adhi juga menyoroti tren suku bunga yang menjadi perhatian pelaku industri properti. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 5% pada Agustus dinilai memberikan sinyal positif terhadap iklim investasi, meskipun belum berdampak langsung terhadap suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Bunga KPR saat ini cukup kompetitif, bahkan bisa turun hingga 4% dalam program promosi. Kami berharap stabilitas ini bisa terus terjaga,” ungkap Adhi.

Daya Beli & Isu Pinjaman Daring Jadi Sorotan

Adhi juga mengapresiasi adanya stimulus berupa PPN DTP, yang dinilai membantu mendorong daya beli masyarakat dalam membeli rumah. Namun, ia menyoroti tantangan lain yang muncul dari maraknya pinjaman daring (pindar), yang kerap mempersulit konsumen dalam pengajuan KPR, khususnya di segmen kelas menengah ke bawah.

“Masalah pinjaman daring perlu ditertibkan. Ketika konsumen default terhadap KPR, pengembang memiliki risiko dalam pembayaran kembali. Hal itu sudah menjadi bagian dari perjanjian dan perlu kami kelola dengan hati-hati,” jelasnya.


Kesimpulan

Dengan realisasi marketing sales yang telah melampaui separuh target tahunan dan optimisme terhadap daya beli segmen menengah ke atas, SMRA berada dalam jalur yang menjanjikan untuk mencapai target Rp 5 triliun di 2025. Dukungan stabilitas bunga KPR dan kebijakan fiskal seperti PPN DTP diharapkan dapat menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan sektor properti nasional. (Mhd)


link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.